Kamis, 05 Maret 2009

ILMU GIZI

PENGETAHUAN DASAR ILMU GIZI

Ilmu gizi merupakan ilmu terapan yang mempergunakan berbagai disiplin ilmu dasar, yaitu:

a. Biokimia

b. Biologi

c. Fisiologi (Ilmu Tubuh)

d. Phatologi (Ilmu Penyakit)

Pada mulanya ilmu gizi merupakan bagian dari ilmu kesehatan masyarakat.

ð Definisi Ilmu Gizi

Ilmu gizi mempelajari nasip makanan sejak ditelan sampai diubah menjadi bagian tubuh dan energi atau diekskresikan sebagai zat sisa.

Tujuan akhir ilmu ini ialah mencapai, memperbaiki dan mempertahankan kesehatan tubuh melalui konsumsi makanan.

ð Definisi sekarang

Ilmu yang mempelajari hal ikhwal makanan dikaitkan dengan kesehatan tubuh.

Ruang Lingkup Ilmu Gizi

1. Penyadiaan Pangan

a. Produksi Bahan Makanan

Program Pemerintah Bimbingan Massal (Primas).

1). Pemakaian bibit unggul

2). Penggunaan pupuk

3). Pemakaian irigasi teknis

4). Penggunaan alat dan obat pembasmi hama

5). Penerapan teknologi bercocok tanam modern

b. Pasca Panen

1). Pengeringan

2). Pengangkutan (Transpor)

3). Penyimpanan

4). Seleksi dan Conditioning, bagi keperluan perdagangan pangan

c. Perdagangan Bahan Pangan

d. Teknologi Pangan

2. Distribusi

a. Pengolahan pangan

b. Penghidangan dan distribusi didalam keluarga

c. Susunan hidangan

3. Pendidikan Gizi

a. Pendidikan gizi bagi tenaga profesi

b. Pendidikan gizi bagi umum

1). Di dalam sekolah (Intramural)

2). Di luar Sekolah (Extramural)

4. Kesehatan Gizi

a. Kesehatan gizi perorangan (Individu)

b. Kesehatan gizi masyarakat (Preventif/Promotiv)

Makanan dan Zat Makanan

Haruslah dibedakan antara bahan makanan dan zat makanan/zat gizi (nutrient). Zat makanan ada satuan yang menyusun bahan makanan tersebut. Zat makanan bahan dasar menurut ilmu gizi atau nutrient yang kita kenal yaitu:

a. Karbohidrat

b. Protein

c. Lemak

d. Vitamin

e. Mineral

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan senyawa yang terdiri dari elemen-elemen C, H, O dan terbagi menjadi karbohidrat sederhana dan komplek. Metabolisme 1 gr karbohidrat menghasilkan 4,18 kkal.

Jenis-jenis Karbohidrat:

a. Monosakarida terdiri atas: glukosa, fruktosa dan galaktosa.

b. Disakarida terdiri dari: sukrosa, maltosa dan laktosa.

c. Trisakarida dan polisakarida terdiri dari: kanji dan selulosa.

Glukosa is jenis gula yang paling umum terdapat dalam tubuh, sumber: madu, buah-buahan dan beberapa jenis sayur-sayuran.

Fruktosa is bentuk gula yang kebanyakan di dapat dari madu dan buah-buahan dan beberapa tumbuh-tumbuhan.

Sukrosa is suatu campuran dari fruktosa dan glukosa yang berkaitan membentuk gula ganda. Sumbernya: umbi penghasil gula, tebu, buah-buahan dan sayur-sayuran.

Laktosa is gula yang terdapat dalam susu dan tidak dapat dilarutkan seperti halnya sukrosa. Sumbernya: susu dan jogurt.

Maltosa is produk dari tunas padi dan pencernaan kanji dalam tubuh, digunakan pada formula susu bayi.

Selulosa is karbohidrat yang tidak mempunyai nilai makanan yang aktual. Sumbernya: Kulit biji-bijian, seluruh biji-bijian padi, sayuran berserat dan buah-buahan.

2. Protein

Protein adalah fondasi sel pada manusia sebagai zat pembangun jaringan tubuh dan merupakan bahan nutrisi paling esensial bagi pertumbuhan sel dan jaringan tubuh.

Berdasarkan struktur kimianya, protein ada 2:

1). Protein sederhana yang mengandung asam amino derivat-derivatnya.

Contoh: albumin (seperti lactalbumin dalam susu dan serum albumin dalam darah), albuminoid (seperti keratin dalam rambut dan kulit serta gelatin), glubolin (seperti ovoglubolin dalam telur serum glubolin dalam darah), glutelin (seperti gluten dalam gandum) dan prolin (seperti zein dalam jagung dan gelatin dalam gandum).

2). Senyawa protein yang berikatan dengan senyawa non protein.

Contoh: chromoprotein (disusun dari satu protain dan satu chromopat atau senyawa pigmetil seperti hemoglobin), glikoprotein dan mukoprotein (disusun dari satu protein dan karbohidrat seperti mucin dalam sekresi membran mukosa), lipoprotein (disusun dari satu trigliserida atau lemak lainnya seperti kolestrol/phospolipid) dan nukleoprotein (disusun dari satu atau lebih protein dan asam nukleat seperti purin dalam jaringan kelenjar).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar